Subscribe:

Astronomi

Tampilkan postingan dengan label Sains Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains Teknologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2013

Daun Artifisial, Mengubah Air Menjadi Listrik

Sebuah tim yang dipimpin seorang peneliti North Carolina State University telah menunjukkan bahwa perangkat surya berbasis gel air – “daun artifisial” – dapat bertindak seperti sel surya untuk menghasilkan listrik. Temuan ini membuktikan konsep untuk membuat sel surya yang lebih dekat meniru alam. Tehnologi ini juga memiliki potensi untuk menjadi lebih murah dan lebih ramah lingkungan dibandingkan perangkat standar saat ini: sel surya berbasis silikon.

GFP dalam Studi Ekspresi Gen

Roger Tsien berhasil membuat GFP ubur-ubur berwarna-warni (image from scienceboard.net)GFP atau Green Fluorescent Protein adalah protein yang dapat berpendar yang secara alami dihasilkan oleh ubur-ubur. GFP kini digunakan secara luas dalam studi-studi ekspresi gen maupun mikroskopik karena aplikasinya yang relatif mudah. Hanya dengan adanya pendaran cahaya dapat menunjukkan bahwa gen yang kita teliti terekspresi. Hmm, bagaimana bisa?

Nobel untuk Protein Sang Ubur-ubur

Frog-GFP-dn14895-1 250
Kodok hasil rekayasa genetik dengan gen Ubur-ubur.
Siapa tak kenal ubur-ubur, hewan nyentrik nan indah berwarna-warni terlihat seperti memancarkan cahaya berkilauan. Hewan ini sering menjadi maskot makhluk laut, sampe-sampe Spongebob dan Patrick pun hobi berburu ubur-ubur. Dan siapa sangka hewan mungil ini mengantarkan tiga orang ilmuwan meraih hadiah Nobel bidang kimia tahun 2008 karena mengisolasi dan mengembangkan salah satu protein yang kini jadi favorit para ilmuwan di seluruh dunia, yaitu Green Fluorescent Protein (GFP).Protein ini memendarkan cahaya hijau ketika terpajan (exposed) pada cahaya biru. Dan gen pengkode protein ini telah dicoba diklonkan ke dalam sel makhluk hidup seperti bakteri, yeast, serangga dan bahkan manusia, untuk membuktikan bahwa suatu gen “alien” (asing) dapat diinsersi, diekspresikan dan dilewatkan.

Selasa, 30 Juli 2013

Ilmuwan Kembangkan "Debu Pintar" untuk Membaca Otak Manusia

 
Para peneliti kini tengah mengembangkan sebuah teknologi "debu pintar" yang bisa ditanamkan di otak manusia. Diberitakan Extreme Tech, Rabu (17/7/2013), debu pintar ini akan mampu mengukur aktivitas listrik neuron otak dan memungkinkan peneliti untuk membaca data yang tersimpan di otak.

Peneliti University of California Berkeley, Dongjin Seo dan rekannya, pengembang debu pintar, mengatakan bahwa debu itu sejatinya adalah perangkat berupa sensor yang bisa diimplantasikan pada otak. Perangkat disebut debu karena ukurannya cuma sekitar 100 mikrometer. Debu pintar ini akan terhubung dengan perangkat lain di luar otak.

Ilmuwan Angkat Benda Menggunakan Suara

Ilmuwan menciptakan teknik baru mengangkat benda hanya dengan suara. Teknik ini membantu membuat campuran kimia tanpa perlu khawatir risiko kontaminasi

Diberitakan Fox News, Selasa (16/7/2013), sebuah studi terbaru menyebutkan bahwa para peneliti kini menemukan cara untuk membuat sebuah obyek "melayang" di udara dengan memanfaatkan gelombang suara.

Pengangkatan benda (levitasi) dengan gelombang suara sebenarnya sudah dikenal sejak beberapa dekade lalu. Para ilmuwan menggunakan transducer untuk memproduksi gelombang suara dan reflektor untuk memantulkan gelombang sehingga menghasilkan gelombang transversal.

Unik, Serangga Baru Ditemukan dengan Bantuan Facebook

Derek Sikes dan Jil Stockbridge, ilmuwan dari University of Alaska Frairbanks, menemukan jenis baru lalat kalajengking. Spesies itu bukan hanya unik karena cirinya, melainkan juga karena proses penemuannya. Ilmuwan melakukan identifikasi dengan bantuan Facebook!

Spesies yang ditemukan diberi nama Caurinus tlagu. Lalat kalajengking yang ditemukan ini termasuk dalam ordo Mecoptera, mencakup lalat kalajengking, lalat kalajengking salju, dan hanging fly. Paper penemuan lalat kalajengking baru ini dimuat dalam jurnal Zookeys.

Ilmuwan Menghentikan Cahaya

Ilmuwan berhasil menjebak cahaya selama satu menit
Ilmuwan dari University of Darmstadt di Jerman berhasil menghentikan cahaya selama satu menit. Selama waktu tersebut, cahaya yang normalnya bergerak dengan kecepatan 300 juta meter per detik berhenti, diperangkap dalam opaque crystal, kristal yang tak tembus cahaya.

Susu Basi Sumber Bahan Bakar


Jangan buang susu basi atau susu rusak yang tidak bisa dikonsumsi. Riset yang dilakukan oleh peneliti Teknologi Pangan Indonesia memperlihatkan susu basi tersebut bisa menjadi bahan baku bahan bakar, gas dan bioetanol. Susu basi masih mengandung 4,8% laktosa yang merupakan bentuk disakarida dari karbohidrat. Nah supaya bisa menghasilkan bioetanol, susu basi itu perlu ditambahkan limbah lain yang bermanfaat yakni kulit nenas (perbandingan 1:1) yang memiliki kadar gula lumayan tinggi sekitar 17,53%.

Jumat, 26 Juli 2013

Pembangkit Energi Tenaga Urin Berhasil Diciptakan

urine,manusia
Saat ini, MFC mampu memasok daya untuk mengirimkan SMS, menjelajah web, serta melakukan panggilan singkat di telepon
Sekelompok peneliti dari University of Bristol dan Bristol Robotics Laboratory, Inggris mengumumkan keberhasilan membuat sel bahan bakar yang menggunakan bakteri untuk mengurai urin dan menghasilkan listrik. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Physical Chemistry Chemical Physics, Royal Society of Chemistry.
"Sejauh ini, belum pernah ada yang memanfaatkan daya dari urin untuk menjadikan listrik , jadi ini merupakan temuan yang menarik," kata Ioannis Ieropoulos, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi tersebut.

Senin, 15 Juli 2013

Cupriavidus metallidurans, Bakteri Penghasil Emas 24 karat

Bakteri menghasilkan emas 24 karat 
Pencarian alkimia membidani kelahiran ilmu kimia modern, menjadi cikal bakal: bagaimana mengubah elemen biasa menjadi emas yang berharga. Melalui zat mitos yang disebut batu filosof (philosopher’s stone), juga diyakini menjadi obat mujarab yang menyembuhkan penyakit dan memberi iming-iming kehidupan abadi.
Untuk tujuan yang pertama, saat ini para peneliti mengklaim menemukan bakteri yang mendekati dengan batu filosof yang sudah lama jadi incaran. Bakteri ini mampu mengubah sebuah senyawa kimia beracun yang ditemukan di alam, menjadi sebuah material padat, solid: emas 24 karat.

Minggu, 14 Juli 2013

“Membuat” Tanaman yang Bisa Menyala dalam Gelap

13380060981745182675

Saya sudah cukup lama berimajinasi tentang tanaman-tanaman yang bisa berpendar dalam gelap. Bahkan imajinasi saya ini sudah ada dalam benak saya sebelum adanya film Avatar.

Bunga Bisa Menyala

Headline
London – Bunga memang merupakan tanaman indah yang biasa menggambarkan wanita. Namun apa jadinya jika bunga bisa menyala?Profesor Mark Tester bersama sekelompok ilmuwan dari Australia berhasil menciptakan formula khusus yang bisa digunakan pada tanaman dan bunga untuk membuatnya menyala dalam gelap seperti dikutip DM.

Peneliti Temukan Tanaman Bercahaya

 
Pohon yang menyala dalam gelap akan segera menjadi alternatif alami untuk lampu penerangan jalan, menurut para ilmuwan. Para peneliti di proyek Glowing Plant di California telah memindahkan gen bersinar pada kunang-kunang pada tanaman untuk membuatnya menyala dalam gelap.

Tim ini berharap untuk memperluas teknik ini pada tanaman yang lebih besar dan pohon-pohon, serta menggunakannya untuk menggantikan lampu listrik.

Jumat, 12 Juli 2013

Aerosol Gunung Berapi, Bukan Polutan, Meredam Pemanasan Global


Berawal dari upaya mencari petunjuk tentang mengapa bumi tidak mengalami pemanasan pada tingkat yang telah diperkirakan para ilmuwan antara tahun 2000 dan 2010, tim riset dari University of Colorado Boulder kini beralih pada penyebab yang selama ini tersembunyi: puluhan gunung berapi yang memuntahkan sulfur dioksida.

Menanam Tumbuhan di Bulan

Menanam Tumbuhan di BulanBagaimana cara menanam tumbuhan di bulan? Meski tak ada oksigen di Bulan, tumbuh-tumbuhan sudah bisa ditanam di sana. Paragon Space Development Corporation telah mengembangkan rumah kaca portabel yang dapat dipakai untuk membudidayakan tanaman di ruang angkasa. Bentuk rumah kaca yang lebih mirip lampu taman itu hanya setinggi 46 centimeter. Tabung kaca bening diperkuat dengan alas berbentuk segitiga dari bahan aluminium. Di dalamnya terdapat media tanam dan nutrisi yang cukup untuk menumbuhkan biji tanaman jenis Brassica, sejenis caisim atau kailan yang berbunga kuning.

Robot Tanaman, Bisa Keluarkan Oksigen Hingga Bergoyang

http://images.detik.com/content/2008/10/23/511/robot-tanaman285-(Itexaminer).jpg 
Jakarta - Anda pecinta tanaman sekaligus pecinta robot? Kini dua benda kesayangan Anda tersebut berpadu menjadi satu.

Para peneliti di Chonnam National University telah mengembangkan sebuah robot tanaman yang dapat melakukan berbagai macam hal layaknya tanaman sesungguhnya, misalnya humidifying (menambah uap air), memproduksi oksigen, mengeluarkan wewangian dan fungsi kinetik.

Kendaraan Masa Depan Bisa Gunakan Bahan Bakar Sampah Beras

padi,ladang,beras
Sekam beras bisa membawa manfaat besar. Mereka banyak mengandung silica dan bisa dikonversi menjadi silikon untuk digunakan pada baterai
Beras merupakan bahan makanan utama bagi lebih dari dua pertiga populasi dunia. Setiap tahun, petani menghasilkan sekitar 422 juta metrik ton beras.
Dari total angka tersebut, sekitar 20 persen di antaranya merupakan limbah, sekam padi, atau kulit beras yang tak terpakai. Berhubung sangat abrasif dan murah, produsen sering memanfaatkannya sebagai tambahan bagi pupuk, bahan untuk karpet atau kasur.

Mengapa Manusia Belum Juga Menangkap Sinyal dari Alien?





Pada Senin, 8 Juli 2013, dunia maya penuh dengan perbincangan mengenai unidentified flying object (UFO) dan insiden Roswell. Pada 66 tahun lalu, masyarakat di wilayah Roswell, New Mexico, Amerika Serikat, melaporkan adanya piring terbang yang nampaknya mengalami tabrakan, lengkap dengan jenazah alien berserakan di properti warga.

Di Planet Lain, Tanaman Berwarna Hitam

tanaman, hitam, Matahari 
Mungkinkah ada tumbuhan warna hitam? Jawabannya ya. Di planet kemerahan dimungkinkan saja keberadaan vegetasi berwarna keabu-abuan atau hitam. Warna yang tidak familiar kita temui pada vegetasi tanaman di Bumi.

Peneliti Jack O'Malley-James dari University of St Andrews di Skotlandia tengah mengerjakan riset tentang proses fotosintesis berlangsung pada tanaman dengan dipengaruhi dari warna cahaya yang menyinarinya.

Cara Baru Mengukur Waktu Lebih Akurat

Headline 
London - Para ilmuwan mengklaim bahwa mereka kini menemukan cara lebih akurat untuk mengukur waktu.

Saat ini pencatatan waktu digunakan dengan jam atomik untuk menghitung detik. Namun uji coba menunjukkan alat alternatif menghasilkan penghitungan yang lebih tepat.