Jumat, 01 Juni 2012
Vibrio fischeri mengeluarkan cahaya bioluminescens
Bioluminesensi
Bioluminesensi adalah
emisi cahaya yang dihasilkan oleh makhluk hidup karena adanya reaksi
kimia tertentu.Hingga saat ini, bioluminesensi telah ditemukan secara
alami pada berbagai macam makhluk hidup seperti cendawan, bakteri, dan
organisme di perairan, namun tidak ditemukan pada tanaman berbunga,
hewan vertebrata terestrial, amfibi, dan mamalia. Sebagian besar
plankton memiliki kemampuan menghasilkan pendaran, terutama plankton
yang hidup di perairan laut dalam. Pada mikroba, bioluminesensi yang
dihasilkan belum diketahui manfaatnya, sedangkan pada hewan umumnya
digunakan sebagai sinyal kawin, predasi, dan perlindungan terhadap
pemangsa.Cara Kerja Bioluminescence (Binatang Bercahaya)
Mahluk Hidup Bercahaya (Bioluminesensi)
Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)
sifat kimiawi bunga matahari adalah rasa lembut dan netral. kalau digunakan dalam pengobatan mamiliki efek bias mangurangi rasa nyeri. ( analagetik ), merangsang cairan pengeluaran cairan tubuh ( hormone enyzyme ) juga merangsanng pengeluaran campak, anti radang,anti malaria,pereda batuk, merangsang energi vital, menenangkan liver, serta merangsang pengeluaran air kemih.
dalam 100 gr minyak biji bunga matahari terkandung lemak total : 100, lemak jenuh, lemak tidak jenuh 9,8,oleat,11,7 dan linoleat72,9.
Langganan:
Komentar (Atom)


