Subscribe:

Astronomi

Rabu, 07 Maret 2012

Bukti Alien Pernah Datang ke Bumi


Cerita mengenai Batu Dropa ini berlatar belakang di Negeri Tirai Bambu atau Cina sekitar tahun 1938.
Tempit eh tempat tepatnya di pegunungan Baian-Kara-Ula, di daerah perbatasan Cina-Tibet. Suatu ekspedisi arkaelogi dipimpin oleh Chi Pu Tei dengan bersusah payah menempuh medan pegunungan yang hampir tidak pernah dilalui bangsanya manusia, menemukan gua-gua yang pernah ditinggali oleh manusia primitif di masa silam.

Pada dinding gua tampak diukir piktogram bergambar surga2 : matahari, bulan, bintang2 dan bumi dengan garis tiktik2 yang menghubungkan mereka. Kemudian tim ini membuat penemuan yang paling menakjubkan. Apakah itu??? Mereka menemukan piringan batu yang ganjil dan terbenam separuh di lantai tanah gua. Piringan ini terlihat dibuat oleh makhluk dengan intelejensi tinggi dan berdiameter rata2 9 inchi dengan tebal 3/4 inchi.

Pusat piringan yang benar2 merupakan lingkaran sempurna terdapat lubang berdiameter 3/4 inchi dan terukir alur-alur yang rapi secara melingkar di permukaan piringan, sehingga menyerupai piringan hitam di jaman sekarang.
Umur piringan ini antara 10.000 s/d 12.000 tahun yang lalu. (apakah ini batu atau fosil kalau umurnya segitu gan???) Yang ajaib adalah jenisnya yang sangat banyak. Secara keseluruhan ditemukan 716 piringan sperti ini dan tiap2 piringan menyimpan rahasia yang menakjubkan. Alur di permukaan piringan ternyata bukan cuma sekedar ukiran garis melingkar, akan tetapi ternyata adalah suatu garis yang dibentuk dari ukiran tulisan hieroglyphics !

Dr. Tsum Um Nui , pada tahun 1962, bersusah payah berusaha untuk menyalin karakter2 tulisan hieroglyphicsthe. Karena sangat kecilnya, dia menggunakan kaca pembesar, akan tetapi karena usianya yang sangat tua maka tulisan2 itu kebanyakan sudah aus dimakan usia.
Ketika dia bekerja, banyak pertanyaan yang menyelimuti pikiran Dr. Tsum Um Nui . Bagaimana bisa orang2 primitif ini membuat piringan dengan bentuk lingkaran yang sempurna seperti ini. Bagaimana mereka membuat tulisan2 mikro di piringan ini? Siapa mereka dan apa tujuannya mereka membuat beratus-ratus piringan seperti ini? Akhirnya Dr. Tsum Um Nui berhasil memecahkan kode tulisan-tulisan ini.

Dia mendapatkan bahwa piringan ini dibuat oleh orang/makhluk yang menyebut diri mereka sebagai Dropa. Tapi apa yang mereka katakan pada dia 12.000 tahun kemudian tidaklah berarti apa-apa. Apa yang kaum Dropa tuliskan pastilah salah satu dari mitologi mereka, atau bagian dari upacara keagamaan di jaman prasejarah. Ketika sang profesor selesai menterjemahkan tulisan2 ini, dia membuat paper tentang penemuannya dan mempresentasikannya di universtas untuk publikasi.
Ternyata pihak universitas bereaksi cepat dan tegas : Paper Dr. Tsum Um Nui tidak akan dipublikasikan. Akademi Prasejarah melarang dia untuk mempublikasikan atau bahkan membicaarakan hasil penemuannya. Menurut pihak akademi, dunia sebaiknya tidak tahu mengenai kaum Dropa dan perjalanan mereka yang sangat penting ke bumi. Tetapi sang profesor 2 tahun kemudian memplubikasikan papernya yang berjudul “The Grooved Script Concerning Spaceships Which, as Recorded on the Discs, Landed on Earth 12,000 Years Ago.”
Piringan Dropa menceritakan tentang pesawat penyelidik angkasa luar dari planet yang jauh dan jatuh di pegunungan Baian-Kara-Ula di Himalaya. Penumpang pesawat kemudian berlindung di gua-gua di pegunungan tersebut. Mereka tidak berhasil memperbaiki pesawat mereka dan tidak dapat kembali ke planet asal mereka. Bila cerita batu Dropa ini benar, apakah keturunan mereka selamat?

Gimna sih bentuknya kaum Dropa itu ?
Gua tempat mereka tinggal terlihat sebagai gua buatan, dan lebih menyerupai suatu sistem komplek lorong2 dan ruang penyimpanan bawah tanah. Dinding gua berbentuk kotak dan mengkilap, terlihat seperti dipotong dengan panas yang sangat tinggi.
Di dalam gua ditemukan makam-makam kuno, teratur rapi dan di dalamnya terdapat kerangka yang ganjil. Kerangka tersebut tingginya kurang dari 4 feet, terlihat lemah, berkaki panjang dan kurus, serta dengan tulang tengkorak yang tidak proposional besarnya. (mirip penggambaran alien2 kan juragan???) Beberapa anggota tim menduga kerangka ini adalah kerangka makhluk sejenis gorilla, akan tetapi Professor Chi Pu Tei menyanggah : sejak kapan ada monyet yang mengubur satu sama lainnya???? Bila bukan, terus makhluk jenis apakah ini?
Salah satu transkrip mengatakan: “……….Kaum Dropa turun dari awan dengan pesawat mereka. Laki2, wanita dan anak2 kami bersembunyi di gua 10 kali sebelum matahari terbit. Ketika pada akhirnya mereka mengerti bahasa isyarat dari Kaum Dropa, mereka menyadari bahwa si pendatang baru mempunyai tujuan yang bersahabat…………”
Akan tetapi Suku Ham yang ada di gua-gua sekitarnya tidak memahami maksud ini, dan mereka mulai memburu kaum Dropa, dan membunuhnya.

Terus selamatkah keturunan Kaum Dropa?
Sekarang, daerah tersebut dihuni oleh 2 suku yaitu satu suku yang menyebut mereka Dropa dan Han (Ham???). Ahli antropologi tidak dapat mengkategorikan suku ini pada ras2 yang ada. Mereka bukan ras Cina dan juga bukan ras Tibet. Mereka suku kerdil, berkulit kuning, kurus dan kepala yang besar tidak proporsional, rambut tipis, mata besar (orang Cina/Tibet sipit), dan iris mata biru. (Mungkinkah ini hasil kimpoi silang antara manusia dan alien???)
Salah satu cerita Cina kuno juga sesuai dengan penggambaran fisik suku ini yaitu, menceritakan adanya orang-orang kecil, kurus, berkulit kuning yang turun ke bumi dari awan dan mereka dijauhi oleh semua orang karena kejelekannya.

Penelitian lanjutan batu Dropa
Ilmuwan Rusia bernama W. Saitsew pada tahun 1968 melakukan tes pada Batu Dropa. Secara fisik batu dropa adalah batu granit yang sangat keras mengandung cobalt dan logam lain dengan konsentrasi yang tinggi. Jadi sangatlah tidak mungkin bagi kaum primitif untuk mengukirnya dengan peralatan sederhana, apalagi untuk tulisan hieroglyps yang berukuran mikro. Ketika dites dengan Oscillograph, batu Dropa berkelakuan seperti konduktor elektrik yang bermutan listrik.




sumber:
http://nemoto911.blogspot.com/2009/05/bukti-alien-pernah-datang-ke-bumi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar